Uqiw

Selamat datang di blog Daffa Nurdiansyah 💫

Mengenai Saya

Foto saya
Saya Daffa Nurdiansyah, remaja yang kini berusia 16 tahun dengan sejuta pengalaman, Saya sudah mencoba banyak hal dan menulis membuat saya abadi.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Lilin dan Matahari: Kisah yang Tak Harus Serupa


Sudah lama rasanya, saya tidak kembali dalam tulisan udara yang selalu saya kenang. Hampir 2 tahun lamanya, saya melupakannya dan kini saya kembali merangkainya. Banyak hal  sebenarnya bisa saya bagikan dan ceritakan sejak saat itu hingga kini. Banyak dialog yang terjadi antara kepala dan hati saya hingga saya selalu meragukan diri sendiri. 

Setiap saya berselancar kedunia yang penuh dengan ketikan jari, gambar - gambar diri setiap orang orang hingga berbagai potret fenomena kebahagiaan, sedih duka yang setiap orang posting, saat itu saya mulai bertanya apakah saya tidak seistimewa yang saya pikirkan. Hati saya berkata seolah olah saya bukan seseorang yang diciptakan untuk bersinar seperti mata hari, melainkan seonggok cahaya lilin yang redup ketika sumbu tenggelam dalam cairan lilin yang lama kelamaan mengeras. 

Anehnya saya adalah penulis yang dulu sering berkata : 
"Tidak harus sempurna untuk jadi luar biasa dan tidak harus luar biasa untuk jadi istimewa" 

Aneh saja jika seorang penulis yang berkata demikian harus selalu merasa kecil dengan setiap melihat pencapaiaan dan keistemewaan cerita orang. saya akan berubah merasa jadi biji jagung disaat teman teman saya memanen apel merah segar. Saya merasa tidak adil ketika saya mendapatkan biji jagung dengan usaha dan doa yang selama ini saya curahkan. Ternayata cerita dan takdir saya tidak sesederhana keinginan saya. 

Saya seringkali bertanya tanya apakah ada yang salah dengan diri saya dan terus berfikir kenapa saya menjadi marah ketika saya hanya mendapat hadiah kecil di hari yang sudah lama saya nanti. Kebahagiaan saya seolah olah berada pada seberasa besar hadiah yang saya terima di dunia ini. Ketika mendapat hadiah yang kecil saya akan marah tapi ketika menndapat hadiah yang besar dan indah saya akan sangat bahagia dan menysukurinya. 

Ternyata akar dari emosi yang saya rasakan adalah tentang ekspektasi dan bagaimana cara saya memaknai kata sempurna. Selama ini sempurna bagi saya adalah menjadi istimewa dan harus merasa lebih berkilau dari setiap sinar lampu, dan harus lebih besar dari setiap buah buah yang ditanam para petani. Saya terlalu berlebihan dalam memaknai kata itu, tapa menyadari bahwa saya adalah sebuah buku dongeng yang lahir bersamaan dengan buku dongeng lainya, saya tidak menyadari bahwa saya adalah jangung yang ditanam bersmaan dengan apel merah dan buah buah segar lainya. 

Kini saya mendarai betul, seetiap kita punya kisah kesuksesan yang berbeda. Banyak hal yang berbeda. Setiap kita tumbuh di lingkungan yang tak sama, ketersediaan yang tak sama, privilage yang juga tak sama, bahkan medang perang yang tak sama. Oleh karena itu cerita kita masing masing juga berbeda. Perebdaan dari setiap kisah itu menjadi masing masing keunikan diri kita sendiri. 




Daffa Nurdiansyah

Belajar dan berkembang bersama. Blog ini akan menyajiakn Informasi dan trik pengembangan diri

Lilin dan Matahari: Kisah yang Tak Harus Serupa

Sudah lama rasanya, saya tidak kembali dalam tulisan udara yang selalu saya kenang. Hampir 2 tahun lamanya, saya melupakannya dan kini saya ...