Uqiw

Selamat datang di blog Daffa Nurdiansyah 💫

Mengenai Saya

Foto saya
Saya Daffa Nurdiansyah, remaja yang kini berusia 16 tahun dengan sejuta pengalaman, Saya sudah mencoba banyak hal dan menulis membuat saya abadi.

Senin, 07 September 2026

Potretku dalam Penyaluran Fidyah Nasi Kotak Bersama SRI dan IZI

 



(Foto Bersama Bersma Pengurus dan Adik Adik Panti )

Minggu, 6 Maret 2026, menjadi salah satu perjalanan yang berarti dari puluhan pengalaman lain yang pernah aku lalui. Setiap perjalanan tentu memiliki ceritanya masing-masing, tetapi ada beberapa perjalanan yang tidak hanya meninggalkan kenangan, melainkan juga meninggalkan pelajaran yang sulit dilupakan. Salah satunya adalah ketika aku diberikan kesempatan untuk menjadi seorang relawan dalam penyaluran fidyah berupa nasi kotak yang dititipkan oleh para donatur kepada adik-adik dan teman-teman disabilitas di Panti sekaligus Sekolah Waraqil Jannah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Bagi sebagian orang, menjadi relawan mungkin terlihat seperti sebuah kegiatan sederhana. Datang ke suatu tempat, membawa bantuan, kemudian menyerahkannya kepada mereka yang membutuhkan. Namun, bagiku, menjadi relawan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memberikan sesuatu. Ada sebuah kepercayaan yang dititipkan oleh para donatur kepada kami untuk menyampaikan kebaikan mereka kepada orang lain. Pada saat itulah aku merasa bahwa menjadi relawan berarti menjadi perpanjangan tangan dari sebuah kebaikan, menjadi penghubung antara seseorang yang ingin berbagi dengan mereka yang menerima manfaat dari berbagi tersebut.

Tetapi perjalanan kali ini ternyata tidak hanya mengajarkanku tentang arti berbagi. Ada rasa kagum, bangga, sekaligus haru yang perlahan memenuhi hati ketika aku mengenal lebih dekat tempat yang kami kunjungi. Di balik berdirinya Panti sekaligus Sekolah Waraqil Jannah, terdapat kisah perjuangan seorang perempuan yang menurutku luar biasa. Namanya Yusni, atau mungkin lebih akrab disapa sebagai Ibu Yusni. Beliau adalah sosok yang mengawali tempat ini dengan sebuah niat yang tulus, yaitu keinginan untuk peduli dan memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas agar dapat hidup, belajar, berkembang, dan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Panti ini tidak dibangun melalui perjalanan yang mudah. Ada keterbatasan yang harus dihadapi, termasuk keterbatasan bantuan dan dukungan. Bahkan, di tengah prosesnya, ada berbagai perkataan yang meragukan apakah tempat ini mampu bertahan dan berdiri di tengah segala keterbatasan tersebut. Namun, Ibu Yusni memilih untuk terus berjalan. Apa yang awalnya mungkin hanya sebuah niat sederhana perlahan tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Dengan perjuangan dan ketekunan, tempat tersebut akhirnya berdiri kokoh dan menjadi rumah bagi teman-teman disabilitas yang membutuhkan ruang untuk bertumbuh.

Bagiku, kisah Ibu Yusni adalah pengingat bahwa sesuatu yang besar tidak selalu dimulai dengan sumber daya yang besar. Terkadang, sesuatu yang besar justru dimulai dari satu hati yang memilih untuk peduli. Dari satu orang yang berani percaya bahwa sesuatu yang dianggap tidak mungkin oleh banyak orang sebenarnya tetap layak untuk diperjuangkan. Dan hari ini, hasil dari perjuangan tersebut dapat kita lihat dari banyaknya anak dan teman-teman disabilitas yang mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi mereka.

Hal lain yang membuatku semakin kagum adalah ketika melihat secara langsung berbagai kemampuan dan pencapaian yang dimiliki oleh teman-teman di sana. Di tengah berbagai keterbatasan yang mungkin mereka miliki, ternyata tersimpan begitu banyak potensi yang luar biasa. Ada yang mampu melukis dengan indah, ada yang memiliki kemampuan bernyanyi, dan ada pula yang berkali-kali mengukir prestasi hingga mampu mewakili Sumatera Barat. Mendengar dan melihat cerita-cerita tersebut membuatku kembali berpikir bahwa selama ini mungkin kita terlalu sering melihat seseorang dari keterbatasannya, tetapi lupa melihat kemampuan yang ada di baliknya.

Mereka bukan sekadar penerima bantuan. Mereka adalah anak-anak dan manusia yang memiliki mimpi, bakat, semangat, dan kesempatan untuk berprestasi. Mereka adalah orang-orang yang juga ingin didengar, dihargai, diberikan kesempatan, dan dipercaya bahwa mereka mampu. Justru dari sana aku belajar bahwa keterbatasan seseorang tidak pernah seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk membatasi harapan dan masa depannya.

Hari itu, aku merasa seperti sedang menemukan permata yang selama ini mungkin tidak banyak terlihat oleh dunia. Bukan karena mereka tidak bersinar, tetapi karena mungkin belum banyak orang yang benar-benar memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan cahayanya. Mereka memiliki kemampuan yang mungkin selama ini luput dari perhatian kita. Dan ketika diberikan ruang, dukungan, serta kepercayaan, mereka mampu menunjukkan bahwa mereka juga dapat berdiri dengan prestasi yang membanggakan.



Perjalanan ini kemudian membuatku memahami bahwa kebaikan tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Terkadang kebaikan hadir melalui nasi kotak yang sederhana, melalui tangan yang bersedia mengantarkan titipan, melalui waktu yang kita luangkan untuk berkunjung, atau bahkan melalui kalimat sederhana yang membuat seseorang merasa dihargai. Hal-hal kecil tersebut mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bisa memiliki arti yang besar bagi orang lain.

Aku juga semakin percaya bahwa menjadi relawan bukan hanya tentang seberapa banyak yang dapat kita berikan kepada orang lain. Menjadi relawan juga tentang seberapa banyak kita bersedia belajar dari kehidupan orang lain. Karena terkadang, ketika kita datang dengan niat untuk membantu, justru kita yang pulang membawa begitu banyak pelajaran. Kita datang membawa sesuatu di tangan, tetapi pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga di dalam hati.

Dari perjalanan ini, aku berharap semakin banyak orang yang mau menjadi bagian dari kebaikan. Tidak harus menunggu menjadi orang yang memiliki banyak uang, banyak waktu, atau memiliki kemampuan luar biasa. Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Menjadi seseorang yang mau peduli, mau membantu, mau mendengarkan, dan mau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk tumbuh.



Aku juga berharap semakin banyak ruang yang tercipta bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya dan berprestasi. Bukan hanya ruang untuk menerima bantuan, tetapi ruang untuk menunjukkan kemampuan. Karena mereka tidak hanya membutuhkan belas kasih, tetapi juga membutuhkan kesempatan, kepercayaan, dan dukungan agar potensi yang mereka miliki dapat berkembang.

Mungkin sudah saatnya kita berhenti memandang disabilitas hanya dari sisi keterbatasannya. Sudah saatnya kita belajar melihat manusia secara lebih utuh. Melihat perjuangannya, melihat kemampuannya, melihat mimpinya, dan melihat potensi yang mungkin belum sempat mereka tunjukkan kepada dunia. Sebab setiap manusia memiliki cahaya dengan caranya masing-masing, dan terkadang yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang bersedia membantu menyalakan dan menjaganya agar tetap bersinar.

Terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan kebaikannya. Terima kasih kepada Ibu Yusni yang telah mengajarkan bahwa kepedulian yang dirawat dengan ketulusan dapat tumbuh menjadi sebuah rumah bagi banyak harapan. Dan terima kasih kepada adik-adik serta teman-teman di Waraqil Jannah yang tanpa mereka sadari telah memberikan pelajaran besar kepadaku tentang arti perjuangan, keberanian, dan rasa syukur.

Hari itu aku datang sebagai seorang relawan yang membawa titipan. Namun, aku pulang dengan membawa cerita dan pemahaman baru tentang kehidupan. Bahwa menjadi baik tidak harus menunggu memiliki banyak hal. Bahwa membantu tidak selalu harus dalam bentuk yang besar. Dan bahwa mungkin, kita memang tidak selalu mampu mengubah seluruh dunia, tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk membuat dunia seseorang menjadi sedikit lebih baik.

Semoga perjalanan ini tidak berhenti hanya sebagai sebuah kenangan yang pernah aku tuliskan. Semoga ia menjadi pengingat untuk terus menjadi bagian dari orang-orang yang memilih untuk peduli. Menjadi trendsetter kebaikan, bukan karena ingin dikenal sebagai orang baik, tetapi karena percaya bahwa kebaikan seharusnya menular dan terus berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.

Sebab pada akhirnya, mungkin kebaikan bukan tentang seberapa besar sesuatu yang kita berikan, melainkan tentang seberapa tulus kita membuat orang lain merasa bahwa mereka tidak sendirian. Dan mungkin, di tengah dunia yang begitu sibuk mengejar banyak hal, menjadi seseorang yang masih mau peduli adalah salah satu bentuk keberanian yang paling sederhana, tetapi paling berarti.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Lilin dan Matahari: Kisah yang Tak Harus Serupa


Sudah lama rasanya, saya tidak kembali dalam tulisan udara yang selalu saya kenang. Hampir 2 tahun lamanya, saya melupakannya dan kini saya kembali merangkainya. Banyak hal  sebenarnya bisa saya bagikan dan ceritakan sejak saat itu hingga kini. Banyak dialog yang terjadi antara kepala dan hati saya hingga saya selalu meragukan diri sendiri. 

Setiap saya berselancar kedunia yang penuh dengan ketikan jari, gambar - gambar diri setiap orang orang hingga berbagai potret fenomena kebahagiaan, sedih duka yang setiap orang posting, saat itu saya mulai bertanya apakah saya tidak seistimewa yang saya pikirkan. Hati saya berkata seolah olah saya bukan seseorang yang diciptakan untuk bersinar seperti mata hari, melainkan seonggok cahaya lilin yang redup ketika sumbu tenggelam dalam cairan lilin yang lama kelamaan mengeras. 

Anehnya saya adalah penulis yang dulu sering berkata : 
"Tidak harus sempurna untuk jadi luar biasa dan tidak harus luar biasa untuk jadi istimewa" 

Aneh saja jika seorang penulis yang berkata demikian harus selalu merasa kecil dengan setiap melihat pencapaiaan dan keistemewaan cerita orang. saya akan berubah merasa jadi biji jagung disaat teman teman saya memanen apel merah segar. Saya merasa tidak adil ketika saya mendapatkan biji jagung dengan usaha dan doa yang selama ini saya curahkan. Ternayata cerita dan takdir saya tidak sesederhana keinginan saya. 

Saya seringkali bertanya tanya apakah ada yang salah dengan diri saya dan terus berfikir kenapa saya menjadi marah ketika saya hanya mendapat hadiah kecil di hari yang sudah lama saya nanti. Kebahagiaan saya seolah olah berada pada seberasa besar hadiah yang saya terima di dunia ini. Ketika mendapat hadiah yang kecil saya akan marah tapi ketika menndapat hadiah yang besar dan indah saya akan sangat bahagia dan menysukurinya. 

Ternyata akar dari emosi yang saya rasakan adalah tentang ekspektasi dan bagaimana cara saya memaknai kata sempurna. Selama ini sempurna bagi saya adalah menjadi istimewa dan harus merasa lebih berkilau dari setiap sinar lampu, dan harus lebih besar dari setiap buah buah yang ditanam para petani. Saya terlalu berlebihan dalam memaknai kata itu, tapa menyadari bahwa saya adalah sebuah buku dongeng yang lahir bersamaan dengan buku dongeng lainya, saya tidak menyadari bahwa saya adalah jangung yang ditanam bersmaan dengan apel merah dan buah buah segar lainya. 

Kini saya mendarai betul, seetiap kita punya kisah kesuksesan yang berbeda. Banyak hal yang berbeda. Setiap kita tumbuh di lingkungan yang tak sama, ketersediaan yang tak sama, privilage yang juga tak sama, bahkan medang perang yang tak sama. Oleh karena itu cerita kita masing masing juga berbeda. Perebdaan dari setiap kisah itu menjadi masing masing keunikan diri kita sendiri. 




Kamis, 29 Februari 2024

Tidak ada yang salah menjadi diri sendiri




Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka sedang buntu, mereka selalu merasa tercampak tatkala kegagalan menghadang tujuan dan impiannya. Mereka tetap berusaha melakukan segala cara untuk menjadi sempurna agar dilihat, berhasil, dan mendapatkan pengakuan. Acapkali ketika  ingin mencari cara untuk rasa ingin diakui dan ingin sempurna, terkadang segelintir dari kita salah dalam mengambil persepsi, sehingga jalan yang kita ambil salah berakibat fatal pada masa depan kita.

Ketika melihat orang lain dengan tumpukan prestasi yang gemilang, membuat diri kita terkagum hingga lahirnya proses sosial atau tindakan sosial untuk menirukan gaya dan perilaku orang lain (Imitasi). Hal tersebut menjadi salah satu proses dalam kehidupan sosial yang tentunya memiliki dampak positif dan negatifnya. Mereka yang meniru baik dari sikap, gaya hidup, prinsip akan menjadi pribadi yang sama karena proses yang dilami sama. Habits dan pola pikir sama akan menghasilkan output yang sama. 

Apa dampak positif-nya?

Menjadi dan meniru orang dengan perilaku baik akan menjadikan kita pribadi yang sama dengan orang yang ingin kita imitasi. Yang membuat sama adalah proses yang kita lalui serta pola pikir yang kita miliki. Contohnya kamu sangat mengidolakan artis favoritmu yaitu penulis buku Asma Nadia. Kamu mengikuti apa yang menjadi kebiasaan Asma Nadia. Proses nya akan sama Namun rintangan yang agak sedikit berbeda. Namun dengan prosedur yang sama akan membuat menjadi output yang sama. 

Apa dampak negatifnya? 

Menjadi imitasi berarti tiruan (palsu) yang dimana tidak menjadi diri sendiri. Hal itu menyebankan kamu tidak percaya diri sendiri diri kamu dan lebih memilih menjadi orang lain karena hanya itu yang membuatmu bahagia. Apalagi jika yang menjadi objek untuk ditiru adalah sosok yang tidak memiliki sikap terpuji. Itu akan menjadikan Imitasi sebagai kehancuran. Contohnya kamu akan meniru untuk menjadi anak pank karena menurut mu menjadi anak pank itu keren. Maka kamu akan menjadi apa yang kamu inginkan karena proses yang kamu lalui. 

Senin, 19 Februari 2024

Definisi teman yang sesungguhnya : Kualifikasi Setiap Orang Yang Berbeda Beda

 


Berteman dapat didefenisikan adalah individu yang menjalin hubungan baik dengan individu lainya, gunanya untuk mendapatkan kebahagiaan. Bagi generasi masa kini, kebanyakan orang menganggap bahwa teman adalah tempat mereka untuk bermain, curhat, belajar bersama dan masih banyak lagi pengertian teman bagi masing-masing individu. Namun apakah definisi teman yang benar-benar teman dalam tanda kutip bahwateman itu memberikan manfaat dan pengaruh baik dari diri kita  itu sendiri?

Tidak semua orang mengerti definisi teman, tapi terkadang ada sebagian orang yang sok tau mengenai definisi teman. Namun, tentu saja kita kembali percaya bahwa setiap individu itu memiliki suatu kualifikasi, dan pendapatnya masing-masing. Kita harus tau, teman yang baik akan membawa kita pada sesuatu yang baik. Begitupun sebaliknya, teman yang buruk akan mengantar kita pada sesuatu yang buruk.

Seorang teman baik tidak dapat dilihat dari tingkahlaku, perkataan, ataupun perbuatan. Melainkan suatu tindakan. Mereka tanpa segan-segan akan menjadi penasehat yang andal dan bersikap jujur serta terus terang mengenai anda. Teman baik biasanya akan memikirkan kebaikan anda walau harus melakukannya dengan cara buruk bagi anda.

Kebanyakan orang saat ini menilai bahwa teman yang baik adalah mereka yang lembut,tidak suka mengejek, baik hati, dan mengatakan perkataan yang membuat hati anda berbunga –bunga,dan masih banyak lagi kualifikasi yang menjadi standar pertemanan bagi setiap orang. Namun tanpa mereka sadari bahwa itu bisa saja kualifikasi itu yang membuat kamu sendiri lebih lemah dan tidak akan mempelajari banyak hal.


Sabtu, 17 Februari 2024

A heart without sound, but words that are depicted


#Affa Night Story
Night only comes to those who feel dark. Happiness only visits when the world feels incredibly beautiful. I think we all deserve happiness and have the right to laugh. It's just that I'm confused and questioning. When will happiness come to me? When will happiness come to those who shed tears almost every day?

I'm just tired, but I have to keep fighting. If you find this writing, it means God wants you to understand that you are not alone in feeling hurt. It means God wants me to share about my struggles and the wounds of those who can't laugh silently. Struggle is one of the challenges that are becoming more and more real. It gets wilder every day, cutting through the patience I've been holding back.

Would you be willing to hear my story? Indeed, it's a story about what I lack and my perspective on money. Why does it relate to money? Because it is an issue that has a significant impact on my life. Not just mine, but the lives of those who also suffer due to the financial crisis, which is considered the benchmark for friendship standards, basic living needs, and even the cost of education.

At first, money wasn't everything to me. However, as time went by, I began to feel its increasing importance. When I was in the second year of high school, I felt that this was a crucial moment for me to prepare for university. Many people were competing to join tutoring classes to improve their grades and better prepare themselves. Who doesn't know that nothing in this world comes for free? We all know that. At that time, I really wanted to be like most people and join a tutoring class to get into my dream university.

I realized that shouldn't be my expectation. I understood that I'm just a child from a simple family with a salary sufficient to meet daily needs. I believe money can determine everything. Most smart people around me are there because they have money. Why is that? Because with money, their parents provide perfect nutrition, access to technology, and additional learning opportunities with professional teachers. But I will break that assumption by overcoming this challenge.

Then, what about weaknesses? Actually, the weakness lies within myself. I am confused whether it falls into one of my weaknesses. I am someone who likes to learn many things and is quite egoistic. Learning many things disrupts the focus in my life and my goals. Sometimes I want to improve and always strive to renew myself. However, not everyone accepts and appreciates it. Many underestimate me and challenge me as if life is a competition that must be won. I don't see it that way.Not to mention the people who consider me crazy. They just don't know that the best solution to calm myself in anxiety and all burdens of problems is to laugh and be happy until it seems foolish. I just need time to prove that I am special.

I hope those of you who are reading will become more grateful and able to withstand and rise from all forms of problems you face. If there are any issues, I am ready to be your best listener. My friend...

 Goodbye and Good Night..:)

Have a nice day for tommorow 


Jumat, 12 Januari 2024

Bersama SIM (Sekolah Ilmuan Minangkabau) Bangkitkan Semangat Generasi Muda Melalui Capacity Building Untuk Guru dan Siswa SMA - Sumatera Barat

 


Seiring berkembangnya teknologi di daerah minangkabau yang semakin pesat, meghantarkan generasi muda pada gerbang kecanggihan masa depan. Dengan Artificial Intelligence (AI) yang hadir dalam berbagai bentuk membuat teknologi semakin berguna dan membantu manusia dalam menjalankan rutinitas.

Dari semua bentuk teknologi yang terbarukan membuat kita sebagai stake holder harus meng-upgrade  pengetahuan dan ilmu. Dibutuhkan kecakapan dalam mengelola dan sikap bijak dalam menggunakan teknologi yang canggihh ini.  Tentunya ini tidak jauh dari pembahasan mengenai mindset generasi muda masa kini. Setiap lapisan masyarakat sejatinya harus memiliki mindset dan kecakapan dalam menggunakan teknologi.

Ditambah dalam menghadapi sisitem pembelajaran yang selalu berganti membuat tantangan kita semakin besar untuk hadir dalam masa depan yang kita semua cita-citakan. Setiap kita memiliki memiliki kemampuan yang beerbeda dalam menyesuaikan kurikulum baru, sehingga mulai muncul ketakukan dengan rendahnya atau buruknya kualitas pendidikan di Indonesia.

Dengan demikian, saya digagas oleh sekolah saya untuk mengikuti  workshop kegiatan bersama dengan Sekolah Ilmuan Minangkabau (SIM). Kegiatan ini berlangsung cukup ramai dengan dihadiri oleh beberapa murid SMA dari sekolah lain di Sumatera Barat seperti, SMAN 1 Kota Padang, SMAN 1 Bukittinggi, SMA Cendekia Agam dll.

Kegiatan ini berlangsung 2 hari yang diselengarakan pada tanggal 11-12/01/2024 di Balai kota Bukittinggi. Diberikan materi oleh inspirator dan narasumber yang hebat  akan membuat perubahan pola pikir yang pesat oleh generasi muda. Apalagi guru-guru yang tentunya akan berkembang untuk mencipatakan metode pembelajaran yang menyenangkan. 

Ada 2 Materi Utama yang diberikan oleh narasumber dan agen dari Sekolah Ilmuan Minangkabau (SIM) yaitu tentang SIM Clas Of Data Science dan SIM Class Of Sociopreneurship serta beberapa motivasi oleh narasumber yang membuat perubahan yang pesat pada pola piker generasi muda masa kini. 

Hari Pertama, pembelajaran dimulai dengan materi SIM Class Of Sociopreneurship. Sebelum masuk kedalam materi, akan masuk pada sesi Drive to Thrive : Mengenal Potensi Diri oleh Bapak Isnan hidayat, M.Psi (Nanti materi akan  saya jelaskan pada blog selanjutnya dan terpisah) setelah itu, pembacaan materi. Materi dibuka dengan  motivasi  dari kisah masa kecilnya yang berjuang untuk meraih prestasi. Setelah mendapat beberapa ilmu yang dijabarkan oleh pemateri yaitu Khabib Anwari, S.Pd.  Peserta didik akan dibagi menjadi beberapa kelompok. 1 kelompok beranggotakan 10 Orang dan  bertugas menganalis permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Setelah itu, mencari, memilah dan merumuskan solusi terbaik untuk dijadikan langkah awal menghasilkan produk atau jasa yang ditawarkan sehingga dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi.  Kegiatan diskusi ini terasa sangat menyenangkan dan brsifat sangat edukatif serta kolaboratif pada sesama siswa. Tentunya ini menuntut kreativitas dan kerjasama para  peserta didik.


Pada hari kedua, materi yang diberikan mengenai SIM Class of Data Science. Namun sebagai pembukaan sebuah pengenalan terhadap teknologi dijelaskan  dengan tema “Our Digital World” oleh  Bapak Muhammad Teguh Briliann,M.T.I. Dalam penjelasannya memberi informasi tentang dampak teknologi dari  2 sisi. Benar, yaitu dampak positif dan negatif. Ini semua membuat peserta didik akan lebih sadar akan batas penggunaan jejak digital.


Materi dimulai dengan laptop sebagai media siswa dalam mempelajari Hands-On Data Science. Kali inii yang menjadi Pembina adalah bapak Ali Surojaya, M.sc;Muhammad Teguh Briliann, M.T.I; Yan Restu Freski, M.Eng. Kali ini pembelajaran memanfaatkan media Google Colaboratory yang bisa dikatakan hampir sama dengan meng-coding. Ini adalah awal untuk memulai kecerdasan buatan dan dan Data Of Science.



Terakhir diberikan materi Will Way Forward: Langkah Pertama Untuk perjalanan Panjang di Masa Depan” oleh bapak Isnan hidayat, M.Psi. Kegiatan ini juga cukup meneyenangkan karena ada beberapa rumus dan format yang diberikan untuk peserta didik  untuk merumuskan masa depan yang gemilang. Pak Isnan memberikan format GROWSF (Goal, Reality, Options, Will, Sosial Suport,Feedback). Ini membantu siswa dalam , merumuskan masa depan dan meningkatkan kebersamaan apalagi saat Feedback berlangsung diskusi terjadi.

Semua rancangan kegiatan menurut saya memberi dampak yang besar dan mempegaruhi pola pikir peserta didik. Sehingga peserta didik mengikuti alur taget. Mengenal, termotivasi, dan bertindak. Semua kegiatan ini benar-benar harus dirasakan dan di ikuti oleh semua generasi bangsa, guna hasilkan generasi bangsa yang berkualitas.

 






Rabu, 27 Desember 2023

Setiap Orang Pasti Pernah Gagal definisi "Habiskan Kouta Gagal Selagi Masih Muda"

Ketika sebuah pensil mulai patah, semua orang akan berpikir bahwa pensil itu tidak lagi berguna. Ketika ikatan tali putus semua orang berpikir bahwa semua sudah berakhir. Tidak, semuanya belum berakhir. Tidak ada yang bisa mengakhiri kecuali diri kamu sendiri. Banyak orang yang tidak mengerti, mereka sudah tertipu oleh hambatan yang mereka laui. Tanpa mereka sadari bahwa hambatan yang mereka hadapi memiliki solusi. Semua tergantung pada diri kita, bagaimana cara kita menghadapi hambatan. hambatan akan menjadi lasan bagi kita semua untuk tidak mau maju. Hambatan menjadi sarana untuk terlena di duniaa yang fana. Perlu kita sadari bahwa ada sesuatu yang sangat berharga menanti ketika berhadapan dengan suatu hambatan. 

Berbicara tentang hambatan adalah pembahasan yang juga tidak jauh dari sebuah kegagalan. definisi gagal bagi semua kalngn berbeda-bedaa. Bagi sebagian orang definisi gagal adalaah ketidakberhasilan untuk memperoleh apa yang di inginkan. Sebagian lagi menganggap gagal adalah suatu wahana untuk belajar dan mencoba. Kembali dipertanyaakan kepada diri masing-masing. Seperti apa gagal menurut versi kamu? 

Ada  beberapa orang yang menghadapi gagal dengan pesimis dan putus asa. Walaupun tidak semuanya, tapi rata-rata dan kebanyakan orang seperti itu. Ituu adalah buktinyata yang saya hadapi dengan lingkungan sekitar saya.banyak teman - teman saya yang enghadapi kegagalan dengan pesimis dan tidak peracaya diri. Bahkan saya, dari beberapa perlombaan dan kompetisi yang saya ikuti hampir dari semuanya saya menuaai keggalan. saya hancur, meras tidak beerguna, tiidak memiliki bakat dan potensi, namun itu semuaa bukan ide yang bagus untuk diterapkan. 

Foto pendiri KFC - Sumber : detiknews.com


Kita ambil sebuah kisah inspiratif, yang dialami oleh seorang pendiri KFC yang sukses setelah gagal puluhan bahkan sampai ratusan kali. makanan resep ayam yang lezat itu mendunia tidak instan diterima oleh semua orang. Ada kegagaln dibaliknya.  Kolonel Sanders alias Harland David Sanders adalah pendiri dari KFC ituu sendiri. Walau selalu gagal dan tidak diteerima, ia  tetap optimis dan bersemangat untuk menghasilkan resep ayam yang lezat milikinya. Ia selalu memepelajri apa kesahan yang terdapat pada resepnya, setelah menemukan kesalahan ia kemudian memperbaiki sehingga resep teersebut menarik. 

Foto J.K Rowling - Sumber : idntimes.com



Lalu apakah kalian mengenal J.K Rowling? ia merupakan sosok penulis imajinatif yang terkenal dengan bukku-buku fiktifnya, seperti Harry potter. Dengan semua karya fiksinya banyak penerbit yang menggangap bahwa karyanya  tidak akan menjadi karya yang laris. Ia bahkan dtolak berkali-kali bahkan belasan kali. Hingga buku karyanya di filmkan dan di translte ke berbagai bahasa di seluruh dunia. 

Apa yang dapat kita simpulkan? tentu banyk. terusah mencoba walaupun gagal, Jangan pesimis, Evaluasi kgagalan dan masih banyak lagi yang dapat kita ambil nilai morlnya. Jika kamu masih muda tidak ada alasan untuk takut gagal. Justru itu kamu harus menghabiskan kouta gagal selagi masih muda. Jangan lupa untuk selalu mencoba jika tidak ingin menyesal. 

Jika  kamu sudah tidak mau mencoba karena sudah tua? jangan salah dan remeh Kolonel Sanders alias Harland David Sanders sukses di waktu tua. Jadi jika ingin mencoba dan berkarya jangan berpatokan dengan usia. ketahuilah bahwa alasan hanya kan membuatm berada pada tempat yang sama. 
Daffa Nurdiansyah

Belajar dan berkembang bersama. Blog ini akan menyajiakn Informasi dan trik pengembangan diri

Potretku dalam Penyaluran Fidyah Nasi Kotak Bersama SRI dan IZI

  (Foto Bersama Bersma Pengurus dan Adik Adik Panti ) Minggu, 6 Maret 2026, menjadi salah satu perjalanan yang berarti dari puluhan pengalam...